Rahasia Debu Gunung Kelud

Rahasia Debu Gunung Kelud
Gunung Kelud meletus. Debunya menyembur sampai jauh sekali. Sampai provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Samudra Hindia. Sementara itu, daerah dekat Gunung Kelud, seperti kota Malang dan Blitar, malah tidak terkena debunya. Kenapa debu letusan Gunung Kelud bisa terbang jauh ke barat hingga Samudra Hindia?
Kilat Dulu, Baru Meletus
Gunung Kelud terletak di antara kota Malang, Blitar, dan Kediri. Tingginya mencapai 5678 kaki atau 1308 meter. Gunung Kelud termasuk gunung berapi yang aktif.
Pada malam hari tanggal 13 Februari 2014, Gunung Kelud meletus. Api, batu, dan debu tersembur dari kawah Gunung Kelud. Semburan debunya mencapai ketinggian lebih dari 10.000 meter.
Ssst, sebelum meletus, puncak Gunung Kelud dipenuhi dengan kilat-kilat dan bunyi gemuruh, lo. Penduduk sekitar Gunung Kelud menyebut pemandangan kilat sebelum Gunung Kelud meletus sebagai Thad Thid. Wah, pemandangan Thad Thid itu sungguh indah, tapi sangat menyeramkan.
Dibawa Angin ke Barat
Tentu saja, daerah sekitar Gunung Kelud mengalami hujan debu. Uniknya, kota-kota di sekitar Gunung Kelud ada yang tidak terkena hujan debu, lo. Contohnya, kota Malang dan Blitar tidak mengalami hujan debu.
Rupanya, penyebaran hujan debu sangat dipengaruhi angin. Saat ini angin yang bertiup di ketinggian 10.000 meter adalah angin yang mengarah ke barat. Jenis angin ini bertiup sangat kencang. Sehingga debu letusan Gunung Kelud terbang jauh sekali, ke arah barat. Sampai ke daerah Solo, Yogyakarta, Jawa Barat, dan Samudra Hindia. Bayangkan, dalam waktu 15 jam, debu letusan Gunung Kelud sudah sampai kota Lembang, Jawa Barat.
Hujan debu Gunung Kelud juga menimpa daerah-daerah di sebelah timur laut Gunung Kelud. Soalnya, angin pada ketinggian di bawah 10.000 meter, bertiup ke arah timur laut. Oleh karena itu, daerah Madura dan Surabaya juga mengalami hujan debu Gunung Kelud. Ssst, ada lagi keajaiban debu Gunung Kelud. Debu yang tersebar jauh dari Gunung Kelud, justru mengandung banyak silika.
Arah debu Gunung Kelud ditunjukkan gambar satelit antariksa. Foto: BMKG-NOAA.
Bukan Hanya Sekali
Gunung Kelud sudah meletus berkali-kali. Letusan terbesar terjadi pada tahun 1587. Sekitar 10.000 orang tewas saat letusan tahun 1587. Penyebabnya, letusan Gunung Kelud pada masa itu disertai semburan air. Sebanyak 40 juta meter kubik air tersembur dari kawah Gunung Kelud. Banjir lumpur dan air pun melanda daerah sekitar Gunung Kelud hanya dalam waktu 1 jam. Sebanyak 104 desa langsung ludes ditimpa air bah Gunung Kelud pada masa itu.
Semburan air Gunung Kelud pada saat itu berasal dari danau di kawah Gunung Kelud. Sampai sekarang kawah Gunung Kelud masih memiliki danau.
Untungnya, Pemerintah Belanda punya ide membangun terowongan air. Air danau di kawah tersebut dibuang melalui terowongan. Terowongan air itu masih ada sampai sekarang. Pemerintah Indonesia menamai terowongan air itu sebagai Terowongan Ampera. Terowongan Ampera berhasil mempertahankan jumlah air danau hanya 2,5 juta meter kubik. Jumlah tersebut dianggap tidak berbahaya saat Gunung Kelud meletus.
Wah, pintar ya para ilmuwan gunung api itu! Berkat terowongan air Ampera, bahaya letusan Gunung Kelud dapat dikurangi.
(Johanna Ernawati)
Sumber: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Informasi Gunung Api. Informasi Aktivitas Gunung Kelud 14 Februari 2014.